Penguatan Pendidikan Islam Multikultural di Pondok Pesantren Miftahul Huda Sekardangan Blitar
DOI:
https://doi.org/10.57152/batik.v4i1.2583Kata Kunci:
Multikultural, Pendidikan Islam, Penguatan, Pondok PesantrenAbstrak
Era teknologi yang serba canggih seperti saat ini memang menimbulkan tuntutan bagi lembaga pendidikan apa pun untuk menyajikan pembelajaran yang mudah dipahami dan cepat diserap oleh para peserta didik. Begitu pula, pesantren juga dituntut untuk menggunakan sarana teknologi seperti laptop dan proyektor dalam melakukan pembelajaran kepada peserta didik di lingkungannya. Sebab tanpa mengikuti perkembangan teknologi yang ada, pembelajaran yang dilakukan akan tertinggal jauh di belakang. Tulisan ini mengupas tentang penanaman pendidikan Islam multikultural di Pondok Pesantren Miftahul Huda Sekardangan, Blitar. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini, antara lain: metode ceramah, metode tanya jawab, metode simulasi, dan metode penugasan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menguatkan pendidikan Islam multikultural kepada peserta didik (santri-santri) melalui kitab-kitab klasik yang sudah diajarkan kepada mereka sehari-hari secara tradisional. Penguatan pendidikan Islam multikultural melalui pembelajaran teknologi modern seperti laptop, power point dan proyektor ini sangat penting agar kitab-kitab yang diajarkan secara tradisional sampai berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun mudah terserap melalui media tersebut dalam waktu yang singkat, terbukti dari 15 (15.45%) peserta didik yang belum paham dari jumlah keseluruhan 103 (100%) peserta didik akhirnya bisa memahami nilai-nilai pendidikan Islam multikultural dengan nilai minimal yang ditargetkan, yaitu 75.
Referensi
M. Mustaqim, “Konsep Pendidikan Multikultural dalam Islam,” J. Ad-Dinn, vol. 4, no. 1, pp. 16–35, 2012.
A. A. dan I. Ma’rifah, “Model Pendidikan Multikultural dalam Islam,” Mukaddimah, vol. 19, no. 2, 2013.
R. D. Susanti, “Menguak Multikulturalisme di Pesantren: Telaah atas Pengembangan Kurikulum,” J. Ad-Dinn, vol. 4, no. 2, pp. 36–50, 2012.
Suryadharma Ali, “Paradigma Pesantren Memperluas Horizon Kajian dan Aksi,” Malang: UIN Maliki Press, 2020.
A. M. Shofwan, “Kajian Konsep Pendidikan Multikultural dalam Islam,” Islam. J. Keislam. dan Ilmu Pendidik., vol. 4, no. 1, pp. 1–16, 2022.
R. Okada, “Multicultural in Japan: What Can Japan Learn from Multicultural Australia,” themargin, vol. 1, no. 1, pp. 1–6, 2014.
G. M. Ameny-Dixon, “‘Why multicultural education is more important in higher education now than ever: A global perspective.,’” Int. J. Sch. Acad. Intellect. Divers., vol. 8, no. 1, pp. 1–9, 2004.
F. Hidalgo, “Multicultural Education Landscape for Reform in the Twenty-first Century,” Lit. Riview, vol. 1, no. 15–25, 2014.
G. Gay, “The Importance of Multicultural Education,” Educ. Leadersh., vol. 1, no. 1, pp. 1–6, 2024.
Z. Arifin, “Pendidikan Multikultural-Religius untuk Mewujudkan Karakter Peserta Didik yang Humanis-Religius,” J. Pendidik. Islam, vol. 1, no. 1, 2012.
H. Nagai, “Multicultural Education in the United States and Japan,” Annu. Meet. Comp. Int. Educ. Soc., vol. 46, no. 1, pp. 6–9, 2002.
M. A. Yaqin, “Pendidikan Multikultural: Cross-Cultural Understanding untuk Demokrasi dan Keadilan,” 2025.
H. Hasan Al-Mas’udi, “Tais?r al-Khall?q f? Ilmi al-Akhl?q,” Surabaya: Maktabah Toko Buku Iman, 2025.
U. Al-Khaubawi, “Durrah an-Nashihin fi al-Wa'di wa al-Irsyad”, Semarang: Maktabah wa Mathba'ah Thoha Putra, 2020.
S. Z. An-Nawawi, “Riy?dh al-Shalih?n min Kal?m Sayyid al-Mursal?n,” Semarang: Maktabah wa Mathba'ah Thoha Putra, 2022.
Syaikh Burhanuddin Al-Zarnuji, “Syarh Ta’l?m al-Muta’allim Fi Thar?q al-Ta’allum,” Surabaya: Maktabah Sahabat Ilmu, 2020.
A. M. Shofwan, “Studi Fenomena Pendidikan Keagamaan Islam Multikultural di Pondok Pesantren Bustanul Mutaallimin Blitar,” Tarqiyatuna J. Pendidik. Agama Islam, vol. 2, no. 13–24, 2023.
T. P. T. Al-Qur’an, “Al-Qur’an dan Terjemahannya Edisi Penyempurnaan 2019,” Jakarta: Kementerian Agama Republik Indonesia, 2019.
Al-Mundziri, “Ringkasan Shahih Muslim,” Jakarta: Penerbit Jabal, 2020.
A. M. Shofwan, “The Significance of the Values of Multicultural Islamic Education in thr al-Quran and al-Hadith,” Proc. Int. Semin. Business, Educ. Sci., vol. 1, no. 1, pp. 1–8, 2022.
A. M. Shofwan, “Internalization of Multicultural Islamic Religious Education at the Bustanul Mutaallimin Dawuhan Islamic Boarding School, Blitar City,” SINDA Compr. J. Islam. Soc. Stud., vol. 3, no. 3, pp. 1–14, 2023.
##submission.downloads##
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Arif Muzayin Shofwan, Dessy Farantika, Choirul Hidayah, Rina Insani Setyowati

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Copyright © by Author; Published by Institut Riset dan Publikasi Indonesia (IRPI)
This Jurnal Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat Multikultural is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







