Urban Farming in Polybag: Socialization for Urban Areas

Sosialisasi Urban Farming di Daerah Perkotaan

Penulis

  • Nanda Trisna Prihartini Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur
  • Natasya Fadilah Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur
  • Muhammad Zakki Fahmi Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur
  • Md. Aminul Islam Khan Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur
  • Desti Agustia Putri Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur
  • Laurent Regina Anjani Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur
  • Azki Nur Haiimah Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur
  • Gabriella Pusparini Tasya Patriciya Diamonds Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur
  • Septiana Dina Mahiro Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur
  • Mubarokah Mubarokah Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur
  • Gyska Indah Harya Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur

DOI:

https://doi.org/10.57152/consen.v6i1.2601

Kata Kunci:

urban farming, community service, food security, urban area, polybag

Abstrak

Urban expansion in Indonesia has led to a significant reduction in productive land, which has impacted household food security and created an economic burden due to fluctuations in horticultural commodity prices. This phenomenon is clearly evident in Asemrowo Village, Surabaya, where high residential density limits the use of backyards as productive spaces. This community service activity aims to enhance residents’ knowledge and technical skills in implementing polybag-based urban farming. The implementation method comprises three main stages: community education through interactive lectures, training through hands-on cultivation of chili peppers (Capsicum frutescens L.) and eggplants (Solanum melongena), and participatory mentoring. Program effectiveness was measured using pre-test and post-test instruments administered to participants. Evaluation results indicated a significant improvement in participants’ competencies; the average conceptual understanding score increased from 30 to 80, while the average technical and application score rose from 25 to 80. The use of polybags proved to have a high level of acceptance due to their flexibility and cost-efficiency for limited land. It was concluded that the integration of theoretical outreach and practical mentoring methods successfully changed residents’ perceptions and provided them with the ability to implement urban agriculture as a strategy for strengthening sustainable community food security

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

S. Suryani, R. Nurjasmi, and R. Fitri, “Pemanfaatan Lahan Sempit Perkotaan Untuk Kemandirian Pangan Keluarga,” Jurnal Ilmiah Respati, Vol. 11, No. 2, pp. 93–102, 2020. doi: 0.52643/jir.v11i2.1102.

A. Z. Andhani, R. K. Apriyani, and A. Royani, “Implementasi Urban Farming Melalui Tanam Bibit Cabai Rawit dan Bawang Merah di Kelurahan Cihaurgeulis Bandung,” Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Vol. 3, No. 1, pp. 168–176, 2024. doi: 10.36407/berdaya.v3i1.1124.

N. Widayaningsih, “Ketahanan Pangan Pada Rumah Tangga Miskin (Perbandingan Kasus di Perdesaan dan Perkotaan Kab. Banyumas),” Jurnal Pembangunan Pedesaan, Vol. 12, No. 1, pp. 45–55, 2012. doi: 10.20884/1.ppd.2012.12.1.142.

N. Nazimah, N. Nilahayati, S. Safrizal, and S. Fachrurrazi, “Pemberdayaan Masyarakat di Desa Baloy Kecamatan Blang Mangat Dalam Aplikasi Pupuk Hayati Untuk Budidaya Tanaman Hortikultura,” Jurnal Vokasi, Vol. 6, No. 1, pp. 40–46, 2022. doi: 10.30811/vokasi.v6i1.2923.

T. Rahayu, U. N. Solikah, S. J. Rachmawatie, T. Pamujiasih, and M. Ihsan, “Intensifikasi Lahan Pekarangan Dengan Tanaman Hortikultura,” DARMABAKTI: Jurnal Pengabdian Dan Pemberdayaan Masyarakat, Vol. 3, No. 1, pp. 32–36, 2022. doi: 10.33319/darma.v3i1.85.

Kementerian Pertanian, Standar Operasional Prosedur Budidaya Cabai Rawit. Jakarta: Direktorat Jenderal Hortikultura, Direktorat Sayuran dan Tanaman Obat, 2020. [Online]. Available: https://hortikultura.pertanian.go.id.

R. Salam, N. Kripalini, R. K. Singh, L. Supriya, and K. Bumpy, “Cercospora capsici and its management in Manipur from Imphal East District,” The Pharma Innovation Journal, Vol. 11, No. 7, pp. 4363–4374, 2022. doi: 10.22271/tpi.2022.v11.i7al.14614.

Munira, K. Utami, and M. Nasir, “Uji Aktivitas Antibakteri Cabai Rawit Hijau dan Cabai Rawit Merah (Capsicum frutescens L) Serta Kombinasinya Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus,” Jurnal Bioleuser, Vol. 3, No. 1, pp. 13–17, 2019. doi: 10.24815/jb.v3i1.14047.

A. Arsi et al., “Pengaruh Teknik Budidaya terhadap Serangan Penyakit Pada Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) Di Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir,” J-Plantasimbiosa, Vol. 2, No. 2, pp. 41–52, 2020. doi: 10.25181/jplantasimbiosa.v2i2.1741.

S. M. Fatmawati, I. Setiawan, and D. Saryanti, “Formulasi Dan Uji Efektivitas Sediaan Gel Antiseptik Ekstrak Daun Cabe Rawit (Capsicum frutescens L) Dengan Metode Replika,” Jurnal Ilmiah Pharmacy, Vol. 6, No. 1, pp. 140–148, 2019. doi: 10.52161/jipharm.v6i1.94.

L. Sari and R. Wulandari, Panduan Praktis Budidaya Sayuran Hortikultura. Yogyakarta: Deepublish, 2018. doi: 10.31219/osf.io/4wbny.

T. Buulolo, A. Fau, and Y. T. V. Fau, “Pengaruh Penggunaan Limbah Cair Ampas Tahu Terhadap Pertumbuhan Tanaman Terung Ungu (Solanum melongena L.),” TUNAS: Jurnal Pendidikan Biologi, Vol. 3, No. 1, 2022. doi: 10.36985/tunas.v3i1.449.

M. Mashudi, Budidaya Tanaman Terong Unggul di Indonesia. Jakarta: AgroMedia Pustaka, 2017.

A. Yusuf and L. Wahyuni, “Potensi Sayuran Lokal Sebagai Pangan Fungsional: Studi Kasus Pada Terong (Solanum melongena L.),” Jurnal Sains dan Kesehatan, Vol. 12, No. 1, pp. 33–40, 2020. doi: 10.25026/jsk.v12i1.372.

S. Rahayu, R. Wulandari, and A. Prasetyo, “Pengembangan Urban Farming Sebagai Solusi Lahan Sempit di Perkotaan,” Jurnal SOLMA, Vol. 11, No. 2, pp. 145–156, 2022. doi: 10.22236/solma.v11i2.9324.

Lagiman and Supriyanta, “Teknik Budidaya Cabai Rawit Pada Media Polybag,” Jurnal Pengembangan Pertanian, Vol. 6, No. 3, pp. 141–150, 2021.

F. C. Noya, T. N. Seimahuira, M. Sanaky, V. Z. Latuconsina, N. A. Sutantie, K. J. Sung, N. Resimery, C. M. V. Tuamelly, and C. Seleky, “Gambaran Pengetahuan Perempuan Jemaat GPM Poka Sebelum dan Sesudah Seri Edukasi Kesehatan melalui Analisis Pretest dan Posttest,” Jurnal SOLMA, Vol. 15, No. 1, pp. 2273–2282, 2026. Doi: https://doi.org/10.22236/solma.v15i1.21997.

A. C. Chintia, E. Efrita, N. Kurniati, and E. Marwan, “Analisis Usahatani Pakcoy (Brassica rapa L.) pada Sistem Urban Farming,” Jurnal MeA (Media Agribisnis), Vol. 10, No. 1, 2025. DOI: http://dx.doi.org/10.33087/mea.v10i1.269.

M. Maswadi, N. Kusrini, S. Oktoriana, and A. Suharyani, “Community Economic Empowerment Using Urban Farming in Pontianak,” PRIMA: Journal of Community Empowerment, Vol. 9, No. 2, 2025. doi: 10.20961/prima.v9i2.99069.

H. Putra and R. Anwar, Teknik Budidaya Sayuran Dataran Rendah secara Organik. Bandung: Alfabeta, 2019. doi: 10.31219/osf.io/6kzmq.

D. Rahmawati and S. Nurhayati, “Kandungan Gizi dan Manfaat Terong Ungu Terhadap Kesehatan Tubuh Manusia,” Jurnal Gizi dan Pangan Sehat, Vol. 7, No. 2, pp. 45–52, 2019. doi: 10.21776/ub.jgps.2019.007.02.05.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2026-05-14

Cara Mengutip

Prihartini, N. T., Fadilah, N. ., Fahmi, M. Z. ., Khan, M. A. I., Putri, D. A., Anjani, L. R. ., Haiimah, A. N. ., Patriciya Diamonds, G. P. T. ., Mahiro, S. D. ., Mubarokah, M., & Harya, G. I. (2026). Urban Farming in Polybag: Socialization for Urban Areas: Sosialisasi Urban Farming di Daerah Perkotaan. CONSEN: Indonesian Journal of Community Services and Engagement, 6(1), 14-19. https://doi.org/10.57152/consen.v6i1.2601